Di balik demam tinggi

So 2 minggu yang lalu gw tepar setepar teparnya tepar.

Bahkan saat gw tidur pun gw menggelepar hingga tepar lagi

Dan dalam mimpi pun gw tepar

Ini akibat dari BEGADANG SEMINGGU FULL DENGAN TIDUR DAN HANYA 4 JAM SAJA KU TELAH BISA CINTAI KAMU KAMU KAMU

huhu

okey so, 2 minggu lalu gw mengalami ketidak mampuan untuk tidur dengan sangat parah sekali, karena emang gw balik malem terus hasil dari bergaul dengan dukun dan manusia laba laba


But seriously akhirnya senin Minggu lalu gw mati semati matinya mati

Jadi hari minggunya itu gw abis dari kampus sebelah dan baru sampe rumah sekitar jam 1an, gw solat dulu terus mandi sebelum akhirnya bobo sekitar pukul 2an

Bagi gw seorang manusia yang benci sekali kehidupan larut malam, maka minggu minggu kemarin adalah minggu penuh derita bagi gw, dan karena memang gak kebiasa akhirnya senin paginya gw dengan resmi demam *yey*

Gw masuk kelas pagi dengan langkah gontai seperti nenek nenek yg giginya copot sebelah *ga ada hubungannya* dan menjalani kuliah dengan mata yg menyisakan 5 watt saja

Sampe akhirnya jam 12 gw bener2 gakuat lagi akhirnya gw putuskan untuk cabut dan tidur di rumah dan memutuskan untuk cabut 2 kuliah siang

Something that's really awful is, saat demam gw selalu berpikir sangat keras sampe akhirnya gw memikirkan sesuatu yg seharusnya ga gw pikirkan

Jeleknya adalah saat gw demam begini semua pikiran tentang hidup, mati, tentang jiwa dan raga mulai muncul kepikiran gw sampe rasanya muak dan pengen nangis, so gw coba tuk limpahkan semuanya disini



Okay, di dalam kegundahan yang amat sangat karena rasa sangat tidak nyaman yang terus menyerang i'll have to admit that i dreamt about someone that used to be my lover


Iye mantan iye bawel


Memang bukan hal yang wow karena sejujurnya dulu waktu baru awal2 putus gw pernah setiap minggu pasti ada mimpi tentang doi, dan harus gw akui it was driving me crazy


Sebenernya gw gaseneng sih saat orang2 masih meng-asosiasikan gw dan dia karena helloo~ udah setahun dan we have our own life gitu dan untuk mengasumsikan bahwa gw belum bisa move on karena gw sampe saat ini belum punya pacar is an utter bullshit

Memangnya kalo move on harus punya pacar ape

To be honest yes gw sudah gak mencintai nya, hanya saja memang gw dihantui perasaan bersalah yg amat sangat

Dan, gw gapernah menyesali keputusan gw untuk pergi. Gw hanya menyesali mengapa semua hal itu terjadi


Walau sempet cemburuan no, oke i have let everything go, everything is oke, we don't hate each other and we don't love each other neither. I have a new lover, she has a new lover we are done, everything is done.



Basically we are just two normal human being that never had anything behind us



Dan kalo boleh gw sampaikan maka kita impas, gw pernah merendahkan dia hingga serendah2nya manusia, dan dia sudah merendah2kan gw hingga serendah2nya manusia


"Well, you just misunderstood about how regretful i am, i know that we don't belong together, i know i did a lot of stupid things that i shouldn't did, it's just like i'm not eager to brought our relationship back . it's over. I know it. I just feel so bad about everything i did. I just thought that even if i apologize for thousands years, even god won't forgive me for those"

Dan Ali bin Abi thalib a.s pernah mengatakan

"Jika seorang wanita menangis karena disakiti oleh pria, maka setiap langkah pria tersebut dikutuk oleh para malaikat."

Yes, gw pernah merasakan adanya kutukan di setiap langkah yang gw lalui, dimana everything just didn't feels right

Gw memang sempat kesal karena tuduhan tidak2 yang pernah dia utarakan but hey i don't even read what you write these past months, to says that i'm stupid or all those similar words is nonsense tuduhan mu tak ubahnya hanya emosi sesaat dan kebencian yang dibenci tuhan.

So for those who read this. Yes it's over and no i don't love her, okay?



Itu yang pertama, dan ya gw menulisnya penuh dengan emosi karena sudah gak tahan dengan pertanyaan dan semua praduga tentang itu semua.


Yang kedua adalah tentang hidup gw yang sebenarnya cukup lucu


People love to judge other dan gw gapernah menyalahkan mereka atas hal tersebut, because basically all human kind have naturally developed that habit

Ya karena dalam hal judge men judge pasti secara tidak sadar sudah dilakukan oleh pikiran kita, but how we respond to them is beneath our control

Yah otak otak stereotip yg muncul akibat dari terbawa oleh arus lingkungan sekitar yang menghakimi seseorang awalnya mungkin tidak mempengaruhi kita, namun lama lama akan masuk ke pikiran dan menguasai tubuh


I'm talking about one big organization in the world named aiesec

Sebenarnya gw join aiesec dalam keadaan kosong, dreamless, goalless, and ambition-less. Gw sekedar masuk karena mendapatkan sebuah kesempatan dan gw meyakini bahwa gw bakal mendapatkan sesuatu disana

Dan ya sejujurnya i got a lot of things from aiesec, sampe akhirnya otak gw mulai berjalan normal dan mulai mempertanyakan ini itu ini itu

What's your goal, why you are here, what do you want to do for life

To be honest, deep inside my heart, sebagaimana yang kalian tau bahwa gw bukan seorang organisatoris, bukan juga seorang leader yang karismatik, i feel those things that aiesec promise, about leadership and bla bla bla is only a bit nonsense, i can't feel them


Tapi memang harus gw akui bahwa di aiesec ipb yang baru saja berkembang kegiatan yang kami lakukan lebih ke arah memperbaiki sistem dulu, dan untuk mendapatkan leadership experience i need to take higher role


So far the only thing i get from aiesec is a bigger connection, friends, and yes. Family

And that's good, everything has good things and bad things about it, all you have to do is taking all the good things and put the bad things away



Basically that's how democracy works, right? We took all good things from capitalism, socialism, liberalism and try to put the bad things away

And ended up in a confusion on what we are going to be


Balik lagi ke aiesec things, gw membahas ini semua karena ada teman yg menanyakan "where should i focused, BEM or AIESEC"

Yah it depends on your goal, kenapa lw mau masuk bem kenapa lw mau masuk aiesec, both offer positive things


So balik lagi ke diri lw, mau jadi apa sih nanti, because organization is only the platform to achieve your goal
Kalo hanya sekedar mencari kesibukan berbisnislah, lebih berfaedah. I think


Dan karena gw sudah tidak menemukan tujuan lagi that's why i left, despite of the chance that they offered

Mungkin gw masih harus membentuk mental sebagai pemimpin baru gw dapat merasakan how great aiesec is, i mean the real leadership, not only roar and encourage the team but it surely more than that

Dan memang gw merasa kalo kemampuan leadership gw kapitalis, dimana teman2 bebas berekspresi dan gw hanya bertindak sebagai pembantu akan hal hal yang gabisa mereka lakukan


Ah makin kaco



Yang ketiga adalah tentang diri gw


Gw membaca karya besar dari seorang ahli taktik dari China, Sun Tzu yang berjudul art of war

Sebenarnya memang sejumlah ilmu bisa di dapat di dalamnya termasuk how to get on with life


Like for example, There said that


"Thus, the good fighter is able to secure himself against defeat, but cannot make certain of defeating the enemy."


Kalo gw baca penjelasannya dikatakan bahwa petarung yang tangguh itu sudah dapat memastikan bahwa dirinya tidak akan kalah, tapi belum tentu juga ia akan menang.

Prinsip ini gw pakai dalam segala hal, dalam futsal, dalam berhubungan dengan orang lain pokoke intinya adalah i took this on things that I do and things that i suggest people to do


"Yang penting lw gak kalah dan musuh gak menang"

Sejatinya, jika kedua ahli taktik bertemu, mereka yang mampu memanfaatkan kesalahan lawannya lah yang akan menang

Kedua ahli taktik yang teliti akan mencegah dirinya ditemukan dalam posisi lemah oleh lawannya, karena mereka tahu bahwa saat musuh menemukan celah maka musuh akan mengeksploitasinya

Sama aja kan sebenarnya kayak hidup, lw perbaiki diri lw sampe lw yakin bahwa lw gabakal kalah, lalu kesempatan untuk maju akan datang lemudian

Kesempatan bukan sesuatu yang dapat kita atur, kita hanya bisa mempersiapkan diri hingga kesempatan itu hadir


Gw yakin sekali bahwa suatu saat akan datang kesempatan yang sesuai dengan gw


Baik mungkin dalam perjodohan, hidup, mati, bisnis atau apapun. Hanya saja memang untuk sebuah hubungan i think i'm not ready

Gw berbenah diri semenjak kekacuauan yang terjadi setahun belakangan ini, toh memang gw mencoba untuk menemukan diri gw yang hilang lagi

Gw harus mengakui bahwa lingkungan sekitar gw telah mempengaruhi gw dengan amat sangat.

Prinsip serta etos kerja teman2 dalam futsal yang sangat berbeda dengan gw, yg kadang membuat gw kesal karena ketidak inginan sejumlah orang untuk bekerja lebih keras


Tapi yah sudah kukatakan bahwa gw bukan seorang leader yg karismatik gw gabisa membawa mereka yang gamau maju

Maka yah yg gw bisa lakukan hanyalah berbenah diri menunggu kesempatan untuk dieksploitasi.
.
.
.
.
.
Waktu menunjukan pukul 4 berarti sudah 2jam-an gw tertidur

Gw terbangun dengan keringat yang mengucur deras dan panas yg sedikit menurun, gw membuka hape dan melihat chat chat di line sudah menumpuk menunggu untuk dibalas tapi yah belum ada chat yang selalu gw tunggu setiap saat

Hingga akhirnya panjang umur memang, akhirnya sebuah notifikasi muncul dihadapan gw dan mengatakan


"Semangat futsalnya besok"


Sepertinya cukup menerangi hati yang saat ini kelam dan panas yang tak kunjung reda


Ah, cinta memang membutakan


Aku bahkan tidak tahu siapa kamu

Dan kenapa kita bisa berada disini

Berdiri, menatap, mencoba saling membaca walau hanya lewat tulisan

Dan gw pun coba tuk makan agar badan kembali fit mengingat besok pertandingan pertama


Akhir kata, memang kesannya gw tidak berpikir cukup banyak saat demam, tapi  sebenarnya hal hal yang masuk ke pikiran gw jauh lebih banyak dari hal hal diatas,

Pada akhirnya gw hanya ingin meminta maaf kepada semua orang yang mungkin secara tidak sengaja tersakiti oleh kelabilan gw, oleh kebodohan gw, dan keabsurdan sikap gw selama ini


Gw akui gw labil dan gw cerita kepada seseorang tentang kelabilan gw, dan dia mulai bercerita tentang "puber ke-2"

Gw : eh gw kok rasanya labil banget yah emosinya serasa baru puber dah

Doi : oalah tapi kalo yang gw denger sih kan emang manusia itu akan mengalami puber 2 kali loh

Gw : iya kali yah, jangan2 gw kena puber yang kedua nih

Doi : TAPI KALO YANG GW TAU PUBER KEDUA ITU BUAT ORANG UMUR 40 TAHUN-AN 😂


Yes penuaan dini

Atau mungkin puber yang terlalu lambat


Anyway thanks for reading this, gw menulis dengan kacau sekali, penuh dengan emosi dan gairah tapi yes ini adalah penanda bahwa sudah saatnya menbuka bab II di buku kehidupan ini



BAB I gw ini mungkin judulnya adalah Learning


Dan BAB II ini judulnya adalah
.
.
.
.
.
.
.

-R-


*terlalu meluap2 saat menulis, mungkin akan dihapus minggu depan*

Dan harus gw akui gw gapuas


Anyway aulianisme will be back tomorrow, see you later! ^^


Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar

featured Slider