Kerut Derita part 1

Senyumku tidak sama seperti dulu...

Tawa ku pun tidak akan seceria dulu...

Kata kata ku pun tidak semanis dulu...

Pikiranku mungkin tidak semurni dulu...



Tatap ku pun kini sayu...

Wajah ku pun penuh dengan kerut...

Lawakanku pun mungkin sudah sering kau dengar...

Masih kah Kamu mau menerima ku?

-R-


------------------------------------------------------------------------------------------------


Sebelum gw memulai postingan ini marilah kita semua berdoa  semoga tragedi yang terjadi di Aleppo, Myanmar, Aceh, Thailand (Indonesia eleh deui di final eh gelo) dapat diselesaikan dengan baik dan damai, jangan lupa bantu bantu ya guys!


okay, so let's begin with part A (Abis tes toefl)


Pagi itu gw secara sengaja berkaca agak lama di depan cermin
mungkin gw merasa agak risih karena rambut gw baru saja di potong jadi rasanya seperti ada yang hilang (biasanya telinga gw dijilat jilat geli begitu) so gw menata rambut gw agak lama

seharusnya sih gw gak perlu berkaca lama lama karena gw hampir ga peduli dengan style rambut guwe bagaimanapun (kecuali botak) tapi  gw berkaca karena tiba tiba teringat sebuah pernyataan dari temen temen gw yang mengatakan kalo muka gw menua lebih dari normal

yaa gw memang sudah terbiasa dengan kalimat seperti itu karena dari smp juga gw sudah dipanggil dengan sebutan yang lebih tua dari umur gw sebelumnya

waktu smp dipanggilnya kakak

waktu sma dipanggilnya bapak

waktu kuliah dipanggilnya om (tai klean semua)

mungkin kalo siklusnya dilanjutin kalo udah jadi bapak bapak gw bakal dipanggil kakek
dan kalo udah jadi kakek kakek gw  bakal dipanggil almarhum (?)

next

ya jadi intinya gw mulai memperhatikan secara detail muka gw, dan gw mulai meneliti apasih yang bikin gw tua

pertama yang gw cek ya mata gw, memang kantong mata gw sudah lebih mirip kantong doraemon, lalu gw mengecek hidung gw yang ternyata memang sudah bergerunjel mirip jalanan dramaga hijau, dan gw melihat memang kulit dan pipi pipi gw kulitnya gak kencang sehingga menunjukan ke tirusan pipi gw

btw semenjak turnamen2 futsal makan gw gak kekontrol karena kelelahan, tapi semua gendut pindahnya ke paha bukan ke pipi jadi deh gw manusia paha ayam

dan setelah gw teliti lebih dalam gw baru saja menyadari kembali bahwa KERUT DERITA gw sudah bertambah 2 cm dibandigkan dulu dulu

yey congrats

so sebenarnya apa itu kerut derita?

mari kita simak penjelasannya setelah yang satu ini




*iklan susu sapi*



ehm

so, gw menyebut kerut ini "Kerut Derita" kerutan di bawah mata yang memanjang sampai pipi, atau kalau di dunia kesehatan itu sekitar otot Zygomaticus Minor dan Levator Labii (silahkan di gugling aing males cari gambarnya)


yah pokoke garis yang memanjang dari ujung mata deket hidung ke pipi tengah


Dulu sewaktu SMA gw pernah mengukur panjangnya dan saat itu panjangnya baru sekitaran 1,5 cm dan sekarang panjangnya 4,5 cm!

ini gw ngitungnya pake meteran sih maklum lah gapunya penggaris (huhu)
cuman melihat hal ini gw jadi rada nyadar bahwa yah memang 4 tahun belakangan ini hidup gw memang penuh dengan mikir keras tak berujung, lupa bahagia, ambisi tinggi, ilmu pas-pasan, ego tak berujung, dan segala hal hal yang rasanya dimiliki oleh peran peran antagonis di film film dewasa (iron man dan sejenisnya maksudnya)

Sebenarnya problem yang gw hadapi dapat gw hadapi dengan mudah, tetapi harus gw akui gw kehilangan supporting system gw di sini yang membuat gw kehilangan rumah tempat gw charging myself. Dulu semenjak SMA gw menemukan rumah gw adalah temen temen game Dota, dan sampai tahun kedua gw mereka adalah orang orang yang bisa bikin gw menggila sampai rasanya hilang semua masalah

memang beberapa saat gw mampu bertahan tanpa rumah, tetapi lama kelamaan lelah rasanya, hingga akhirnya gw pun jatuh lemah dan tertiup angin kecil saja sudah melayang layang bagai dedaunan yang gugur

huh

Gw memiliki banyak hobi, dan teman teman gw disini pun banyak juga yang memiliki hobi yang sama seperti gw. banyak juga yang hobi futsal, bikin video, main games, mencari upil dalam jemari, dan segala hobi hobi yang aneh

Tapi untuk hal hal produktif seperti futsal dan membuat video, sayang sekali sungguh amat sayang gw belum menemukan teman yang memiliki satu visi dengan gw (dan gw gamenemukan teman sevisi juga dalam hobi mencari upil dalam jemari)

Memiliki teman yang satu visi tanpa gw harus menjelaskan panjang lebar merupakan karunia, karena memang gw gak bisa menjelaskan ke mereka dengan jelas apa yang ada di pikiran gw. Kalaupun gw menjelaskannya juga justru malah jadi berputar putar dan akhirnya menjadi bahan candaan


Ada sih adek kelas yang memiliki pikiran yang sama dengan gw, tapi sayangnya jarang sekali gw bertemu langsung dan dia sedang sibuk dengan kegiatannya. Dunia kadang memang tidak adil




----------------------------------------------------------------------------------------------------------


okay i'll explain about my futsal life first

Gw pernah berjanji pada diri gw sendiri bahwa 4tahun gw berkuliah di IPB gw akan meraih juara 1 walau hanya sekali.

Dan janji itu pun berubah menjadi ambisi, dan menjadi ambisi yang membutakan di tahun kedua gw, sempat mereda di tahun ketiga, dan akhirnya padam di tahun ketiga

oke, gw ambisius karena memang gw mencoba untuk give my all to things i love to do. thus i love my futsal life more than i love anything (kecuali Allah, ya Allah maafkan hamba mu ini *sujud*)

Sadly gw gak menemukan seorang pun yang sevisi dengan gw di tahun pertama gw sebagai mahasiswa, tahun kedua, dan bahkan tahun ketiga. Yang gw ketahui hanya orang yang ingin juara tapi tak mau berjuang lebih.

kecuali futsal FEM sih, mereka memang manusia yang berbakat dan Gave their all to futsal jadi mereka memang yang terbaik dan i can't complain more about them

2 kali gw masuk final di futsal AGB, 2 kali gw kalah. I cried on my first defeat cause i feel i gave my all, tapi di tahun kedua gw lebih tenang, bukan karena gw gak memberikan segalanya, tapi lebih ke arah pasrah karena memang gw sudah siap secara mental.


I jog every 2 days, tiap malam gw melatih otot otot gw, gw tidur cepet supaya bangun pagi, gw hindari makanan cepat saji, dan minuman bersoda agar fisik gw siap dan mental gw pun terjaga
lebay kah? no tapi sejumlah orang mencibir dengan kata "Lebay" yang tentu membuat gw kecewa, karena kita seharusnya saling mendukung satu sama lain tapi mengapa malah begitu.


dear tim futsal ku tercinta, kita memiliki bakat yang sederhana,tidak seperti kakak kakak kita, mental kita pun tidak sebaik mereka, kita terlalu banyak mencari alasan, kita lemah, kita hanya lebih sering bermain bersama saja.


Entah sejak kapan gw lupa menikmati cara bermain futsal yang menyenangkan seperti saat SMA gw dulu, saat saat gw sangat senang sekali mendribel mengoper dan semua yang gw lakukan
Entah sejak kapan gw mengincar juara, mengincar kemenangan, tak ada tawa, hanya dahaga yang membelenggu, mencoba ditawarkan dengan air garam, justru semakin perih terasa

tapi memang semakin tahun ke tahun gw kehilangan minat gw bermain futsal, padahal futsal merupakan hidup gw. Pegangan gw disaat goyah dan pembawa bahagia.

Gw sangat senang di tahun terakhir gw main di futsal AGB, temen temen gw sangat antusias dalam latihan, sejumlah orang jogging di pagi hari, sejumlah orang latihan di luar waktu latihan, sejumlah orang mengurangi konsumsi rokok nya, dan gw sangat senang sekali. karena akhirnya Kita satu misi kawan

Walau pada akhirnya kami kalah di final tapi gw cukup senang karena gw melihat temen temen gw berjuang juga

kesimpulan yang gw dapet mengapa kami selalu kalah di final adalah, kami bukanlah orang orang yang bersyukur, kami tidak bersyukur masuk final, membuat kami lengah, terlalu cepat senang, terlalu tenang, terlalu megharapkan orang lain, tidak sadar kelemahan diri, atau dengan kata lain Kami bukanlah orang orang yang bersyukur

kita terlalu sombong, mengira lawan kami mudah ditaklukkan, melihat individu lawan terlalu lemah dan akhirnya DOR, it fires back to us

ah sudahlah, mereka adalah keluarga gw juga gw sudah cukup bahagia dengan juara 2 futsal 


Tapi yaaaa mungkin rasa tidak bahagia dulu inilah yang membuat kerut Derita gw bertambah panjang dengan sangat cepat sekali, rasa tidak puas, rasa ingin lebih, karena ego yang terus mendorong. huh

tapi gw sangat bersyukur sekali pernah ditemukan dengan kalian, gw sudah melupakan rasa tidak puas gw, kalian sudah berusaha dengan baik, kalian hebat, kalian pahlawan  terima kasih kawan ;) semoga latihan kita bermanfaat buat kalian di kehidupan kalian masing masing aamiin


-----------------------------------

Sehari setelah final, gw tidak dapat telalu lama bermuram durja, karena gw harus segera masuk ke tim Bogor untuk turnamen antar daerah. Harus gw akui gw sangat senang sekali saat kami pertama kali kumpul, mungkin karena baru pertama kalinya gw kumpul dengan orang orang yang memilki selera humor sunda yang cocok dengan gw di IPB, yang membuat tawa gw bulat keluar.


Tetapi sebenarnya gw sedikit mider karena memang tim ini dipenuhi jawara jawara dari fakultas kehutanan yang mengalahkan FEM tahun lalu di final OMI beserta pelatih mereka yang dikenal mlti-talented, lalu ada kiper tangguh dari fateta dan fahutan, playmaker playmaker terbaik IPB dari dan FEM dan FMIPA, lalu penendang bola yang sifatnya pun sama dengan tendangannya, "keras" dari FPIK, dan pemain dengan skill diatas rata rata dan sangat kuat yang juga merupakan tim TPB 51

sungguh itu membuat gw sedikit minder, apalagi prestasi tertinggi gw masihlah di tingkat fakultas, di tim FEM pun gw hanya dapat sedikit berbangga karena lebih sering menjadi penghias bangku cadangan, walaupun gw adalah anak angkatan 50 pertama yang berhasil menembus tim

tapi gw minder se minder minder nya minder, tapi gw coba tutup tutupi

satu hal yang mampu menenangkan gw adalah sikap kekeluargaan yang langsung ditunjukkan setiap orang, entah darimana tapi jokes jokes kami saling sahut menyahut satu sama lain, walau gw hanya diam, tapi gw tertawa saja karena memang kocak sekali

Latihan sekali pun gw dapat menilai kemampuan tiap orang, dan gw tau bahwa bakat gw mungkin hanyalah dribble simple dan stamina berlebih serta daya juang yang muncul kadang kadang (lol)

pertandingan pertama pun datang, gw tidak berharap banyak untuk bermain, tetapi yang terjadi adalah sebuah kejutan saat gw bermain menjadi STARTER! sumpahlwbangaingstarterwalaupunaingmvpsportakulertapiaingpaniksetengahmatietatehanying

dan yaa sesuai dugaan gw, gw masih gugup bermain dan passing gw tidak ada yang sampai, walau gw akhirnya menjadi pencetak gol pertama Tim Bogor di turnamen yang juga merupakan gol gw satu satunya di turnamen ini

pertengahan babak ke 1 gw diganti karena mulai kacua mainnya, kalah terus dalam adu bola dan passing serta kontrol panik



gw sangat takut sekali bahwa gw akan dimarahi habis habisan saat istirahat babak pertama, tapi tidak. Setiap pemain memberikan gw masukan ,bahkan mereka masih melihat hal baik yang gw lakukan yang bahkan gak gw sadari

dan ya gw sangat senang sekali 


pertandingan kedua gw tidak menjadi starter, tetapi gw bermain cukup keras dan lebih pede dari pertandingan pertama, tentu saja diiringi dengan banyak kesalahan dan panik sehingga tim gw pun meneriaki nama gw, walau agak panik tapi gw cukup rileks karena kami menang dan tim pun seperti biasa menilai hal hal positif yang gw lakukan (assist 2) yey


pertandingan ke 3 gw tidak menjadi starter lagi, penampilan yang menurut gw lebih menonjolkan kemampuan defending gw, karena gw harus menghadapi salah satu pemain tangguh lawan tapi berhasil gw tackle dengan bersih dan gw berhasil menjadi penghenti lawan garis depan, dan
somehow i enjoy playing futsal with them

pertandingan ke 4 gw menjadi starter lagi dan menurut gw ini merupakan puncak permainan gw karena di pertaindingan ini gw merasa sangat nyaman dan bahagia bermain futsal. Gw berani berlari dengan bola, gw berani bermain dibelakang, gw berani melewati orang, gw berani menusuk lawan, dan akhirnya berbuah pada satu assist yang memecah kebuntuan skor seri 2-2

gw mulai jatuh cinta lagi dengan futsal, gw menikmati pertandingan, dan di pertandingan semifinal gw kuat dalam bertahan dan cepat dalam menyerang, tapi sayangya gw lambat dalam bertahan dan lemah dalam menyerang. gw berkontribusi menciptkana momentum serangan balik yang berbuah gol tapi juga berkontribusi atas 2 gol yang bobol karena serangan yang gagal dan kontrol bola yang salah (golnya 5 detik menjelang bubaran lagi huft) 

Pertandingan semifinal berakhir dengan drama karena pinalti jatuh hingga penendang koin sebuah tendangan penentuan dimana satu tim akan menjadi penendang dan satu tim akan menjadi kiper, yang sukses melaksanakan tugasnya akan melaju ke babak final dan sungguh sial, kami mendapatkan posisi menjadi kiper, sheingga kami berharap banyak kiper kami dapat menangkis tendangan agar kami lolos

dan taa daaa~ memang kami sudah ditakdirkan juara, tendangan lawan meleset dna kami pun lolos ke babak final

di momen itu, gw menemukan alasan dan kebahagiaan gw dalam bermain futsal. mungkin jadi harapan bagi gw untuk terus bermain futsal, karena gw merasa smeua yang gw pertaruhkan terbayar dengan rasa bahagia disitu.

Di laga Final gw kembali menjadi starter, walau penampilan gw tidak serapih perempat final, gw cukup puas karena porsi bermain gw banyak, dan kepercayaan teman teman kepada gw sangat tinggi. tapi gw merasa sangat senang dalam bermain, gw merasa bangga, gw merasa bahagia. sehingga beban sebagai pemain medioker di tim pun hilang.

dan akhirnya sangat manis, 4 kali gw final di IPB, sekali inilah gw menang


dan tim lawan kami di final pun tidak banyak yang cemberut karena mereka masih teman dekat dari tim kami, sehingga gw pun senang





saat itu gw sangat ingin sekali berteriak karena rasa bahagia dalam dada yang meluap luap, 


dan perlu gw tekankan gw bahagia bukan karena piala juara 1, bukan juga hadiah uang yang kami dapatkan atau sebuah janji pada diri yang akhirnya dapat terpenuhi.


tapi lebih kepada sebuah harapan yang telah muncul kembali dalam diri karena mereka.


Sebuah cahaya, sebuah mentari, yang menyingkirkan hujan dan malam kelam


sebuah harapan, sebuah penyadaran bahwa dalam melakukan apapun, kita harus senang, kita harus bahagia


Yang menunjukan kepada gw, bahwa gw masih hidup, bahwa gw masih dapat bermain futsal dengan bahagia, bukan hanya melalui kata kata tapi tindak dan kehangatan dalam keluarga





dan akhirnya gw pun mengetahui apa alasan dari bertambah panjangnya kerut derita ini


yah gw harus bersyukur karena telah ditemukan dengan mereka


satu langkah sebelum terjatuh, dan mereka menarik ku dan menaruhku dipuncak tertinggi






ah, mungkin bagi mereka ini biasa saja



tapi bagi ku ini serupa Nirvana


Terima kasih banyak


terima kasih 




mungkin sudah saatnya gw menghapus kerut derita ini, dengan sunggingan senyum berisi, bukan senyum kosong tak bermakna seperti biasa. mencoba tuk palsukan sedih di dada, mencoba tuk ringankan beban yang tak tertahankan

tangis yang tesumbat

ah


what a lovely world i living in



Yang patah tumbuh, yang hilang berganti


Yang hancur lebur akan terobati


Yang sia-sia akan jadi makna


Yang terus berulang suatu saat akan henti


Yang pernah jatuh kan berdiri lagi


.
.
.
.
.
.
.
.



*terlalu banyak mikir juga berbanding lurus dengan bertambah panjangnya kerut derita loh*




Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Poskan Komentar

featured Slider