Kata kata sebelum ia pergi tidur

Bagimu, malam adalah sebuah karunia yang tiada dua, malam adalah waktumu untuk beristirahat setelah seharian bekerja.

Bagiku malam juga merupakan waktu yang paling nyaman untuk memejamkan mata, meski terkadang sesap kopi sore tadi mampu membuatku terjaga lebih lama.

Tidak. Bukan kopinya yang menjagaku tetap melek hingga tengah malam.

Namun kamu yang dengan manjanya kerap kali meminta untuk dinyanyikan sebait lagu atau diceritakan sebuah prosa sebagai pengantar tidur malam mu.


Kalau sudah begini, matahari pun akan menolak untuk terbit.
Bulan tak akan terbenam.
Dan kamu tidak akan bermimpi buruk malam itu.


Aku pun dengan senang hati akan menyanyikan mu sebait lagu yang selalu ku ulang ulang setiap malam.

Sebuah prosa yang sudah usang namun selalu saja kita temukan hal baru setiap kali ku ceritakan.

Kamu berkata bahwa kamu tak akan pernah bosan dengan itu semua, suaraku yang serak itulah justru yang kau tunggu setiap malam.

Dan diujung itu semua selalu ku ucapkan 


"Selamat malam,

Semoga langit senantiasa melindungi tidur mu malam ini.

Semoga kita selalu bertepian seperti laut yang akan bertemu samudera.

Seperti langit yang selalu menggapai angkasa.

Seperti sepasang hati yang akan selalu menemui pasangnya."


Sesaat kemudian kamu pun akan jatuh terlelap dan tidak berkata apapun lagi.


Maka malam itu pun usai sudah tugasku, namun akan tetap ku nyalakan ponsel ku sembari bernyanyi nyanyi kecil, takut kau akan terbangun lagi.


Hingga akhirnya aku pun jatuh terlelap juga dan telpon itu tetap menyala hingga pagi.

-------------------------------------



Tidurlah...
Malam terlalu malam...


Tidurlah
Pagi terlalu pagi...


Selamat malam, semoga tidurmu nyenyak!


Bogor, 12 Agustus 2018





-R-

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Posting Komentar

Pengikut